Search

Tampilkan postingan dengan label Seksualitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seksualitas. Tampilkan semua postingan

Buset, ada Sekolah Khusus Seks Oral..

Tidak semua perempuan suka memberikan layanan seks oral pada pasangannya. Kalaupun mau, kadang-kadang tidak semua tahu cara melakukannya dengan baik dan memuaskan. Untuk itulah, di Russia ada sekolah khusus untuk mempelajarinya.

Sekolah ini memberikan pelatihan singkat, semacam kursus, dengan biaya 3.500 Ruble Rusia atau sekitar Rp 1.250.000. Dalam waktu sekitar 3,5 jam, mereka yang bergabung di sekolah ini diajari berbagai hal tentang variasi bercinta, terutama cara-cara melakukan seks oral.

Sesuai dengan materi pelatihan yang banyak didominasi teknik-teknik seks oral, pelatihan singkat ini diberi nama The Art of Oral Sex. Dalam pelatihan ini, para siswa yang semuanya adalah perempuan diajari untuk memanfaatkan mulut dan tangan dalam memuaskan pasangan.

Bukan itu saja, para siswa juga diajari berbagai variasi teknik memasangkan kondom agar tidak terasa membosankan. Sebagai tambahan, para siswa juga diajarkan berbagai variasi bercinta yang diharapkan bisa memberikan pengalaman tidak terlupakan saat diterapkan.

"Tujuan kami bukan hanya mengajarkan teknik-teknik seks oral yang standar maupun level mahir, tetapi juga mengajarkan bagaimana memaksimalkan potensi erotik pada masing-masing pasangan," demikian bunyi iklan yang menawarkan pelatihan tersebut, seperti dikutip dari Inserbia, Selasa (23/9/2013).

Variasi seksual kadang-kadang dibutuhkan untuk mengatasi kebosanan pada pasangan suami istri. Selama dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak saling membahayakan, beberapa kalangan menganggap variasi bercinta termasuk di dalamnya adalah seks oral sah-sah saja dilakukan.

Seks oral merupakan salah satu variasi seks yang cukup populer, meski tidak sedikit pula yang enggan melakukannya dengan alasan tertentu termasuk karena merasa jijik. Laki-laki dan perempuan sama-sama bisa melakukan teknik ini, bahkan bisa melakukannya bersamaan dalam posisi yang cukup terkenal yakni posisi 69.

Disampaikan seksolog Dr Andri Wanananda MS, seks oral yang aman adalah jika dilakukan atas kehendak bersama, baik suami maupun istri, dan menempuh cara yang higienis. Alat vital (baik penis maupun vagina) bibir, lidah, gigi, dan rongga mulut harus dalam keadaan bersih, tidak boleh ada tanda-tanda peradangan atau infeksi. Vagina juga harus bebas dari keputihan, sedangkan penis bebas dari peradangan.(up/vit)

source: http://www.blogbugar.com/2013/09/eh-ada-sekolah-khusus-seks-oral.html

Anu Pria akan Menciut Jika Jarang Bercinta

Seiring pertambahan usia, secara alami kondisi tubuh akan menunjukan sejumlah perubahan, termasuk juga dengan alat kelamin laki-laki.

Berdasar penelitian terbaru yang dirilis dalam Journal of Sexual Medicine, disebutkan bahwa ukuran penis laki-laki akan mengalami penyusutan saat mulai memasuki usia sekitar 40 tahun.

Penyusutan tersebut dinyatakan karena kondisi fisik yang menurun, otot yang mulai mengendur dan kondisi tulang yang mulai rapuh.

Selain itu, kalangan peneliti juga menyatakan bahwa penyusutan juga bisa terjadi dikarenakan alat kelamin terbilang jarang atau bahkan tidak pernah digunakan untuk berhubungan seks ataupun masturbasi.

Berdasar penelitian, ukuran penis normal kalangan laki-laki yang berusia 30 tahunan bisa mencapai 6 - 8 inci. Sedangkan pada usia 50-60 tahun panjangnya sekitar 5 inci.

Menurut kalangan peneliti, penyusutan alat kelamin disebabkan berkurangnya elastisitas lapisan pelindung kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi pada penis.

Selain itu, tumpukkan lemak akibat konsumsi makanan dan gaya hidup juga mengakibatkan terhambatnya aliran darah menuju alat kelamin hingga menyebabkan ukuran penis menjadi menyusut.

Uniknya, kalangan peneliti berhasil menemukan fakta bahwa alat kelamin yang memiliki kondisi aktif dalam berhubungan seks, mempunyai ukuran yang lebih besar ketimbang ukuran yang jarang dipergunakan.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

source: http://www.blogbugar.com/2013/09/tahukah-anda-penis-akan-menciut-jika.html

Pria Muda Juga Bisa Alami Disfungsi Ereksi

www.blogbugar.com

Banyak yang menganggap gangguan disfungsi ereksi (DE) hanya terjadi pada pria berusia lanjut. Padahal faktanya, pria usia muda juga bisa mengalami DE. Disfungsi ereksi ini merupakan ketidakmampuan pria untuk ereksi atau menjaganya saat melakukan hubungan seksual.


Menurut dr Ponco Birowo, SpU, PhD dari Rumah Sakit Asri di Jakarta, ada banyak penyebab DE. Antara lain penyakit diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung yang banyak terjadi pada pria usia 40 tahun ke atas. Tapi tak menutup kemungkinan juga terjadi pada pria muda

"Saya bahkan pernah menangani pasien disfungsi ereksi yang usianya masih 20 tahun," kata dr. Ponco.

Ia menjelaskan, terjadinya disfungsi ereksi pada pria muda biasanya disebabkan oleh faktor psikis dan gaya hidup yang tidak sehat. Seperti mengkonsumsi alkohol, merokok, dan menggunakan obat penenang dalam jangka waktu lama.

"Stres karena pekerjaan atau masalah hidup, kecemasan dan tidak percaya diri bisa membuat ereksi tidak keras. Bisa juga karena pengalaman buruk tentang hubungan seksual di masa lalu dan takut gagal lagi ketika melakukan hubungan seksual," ungkapnya.

Karena itu dr Ponco menyarankan penderita DE harus memeriksakan diri ke dokter. Bukan hanya memeriksakan secara fisik tapi juga psikis dengan berkonsultasi pada psikiater.

Karena masalahnya adalah faktor psikologis, penanganannya juga berbeda. Dan bila DE dideteksi lebih dini, terapinya juga relatif lebih mudah," tambah dia.

Menurut dr. Nur Rasyid, SpU, urolog senior dari RS Asri dan FKUI RSCM kunci utama kesembuhan DE bukan hanya terletak pada pengobatan. Tapi juga komunikasi dengan pasangan.

"Kalau sudah menikah, komunikasi dengan istri harus baik. Begitu juga dalam masalah disfungsi ereksi. Kalau istrinya marah-marah, yang ada malah tambah stres dan justru malah memperparah keadaan," ujar Rasyid.

source: http://www.blogbugar.com/2013/09/hati-hati-pria-muda-juga-bisa-alami.html

Menghindari dan Mengatasi Miss V Lecet Saat Bercinta


Luka ringan atau lecet di area vagina jadi masalah umum pada perempuan yang aktif secara seksual. Meskipun tak serius, namun lecet di area intim ini menimbulkan rasa tak nyaman baik saat sedang bercinta ataupun tidak.

"Banyak perempuan baru menyadari mengalami lecet di area vagina saat sedang berhubungan seksual. Muncul rasa perih tiba-tiba dan sangat mengganggu," ujar Edwin Huang, MD, ginekolog di Massachusetts General Hospital, Boston

Perih pada luka di vagina ini akan makin terasa saat terkena cairan sperma. Luka yang terbuka, terkena gesekan dan cairan, maka rasa perih semakin menjadi.

Sebenarnya, lecet ini tak berdampak serius pada kondisi kesehatan pada khususnya. Tapi, bisa berefek negatif pada aktivitas dan rasa nyaman saat berhubungan seksual.


Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui penyebab lecetnya vagina dan cara mengatasinya. Menurut Huang, ketika perempuan merasa bergairah maka vagina akan mengeluarkan cairan yang berfungsi melubrikasi.

Sehingga, saat terjadi penetrasi, vagina tak terasa sakit. Ketika vagina tak terlubrikasi dengan cukup, menurut Huang, akan menimbulkan luka kecil atau lecet. Semakin intens penetrasi, maka risiko lecet semakin tinggi.

"Vagina yang kering pemicu umum terjadinya lecet. Ini bisa terjadi karena faktor hormon, jelang menopause atau mungkin trauma seksual," ungkap Huang.

Ia menyarankan untuk foreplay lebih lama. Pastikan tubuh dan pikiran merasa rileks saat bercinta. Atau, bisa juga menggunakan cairan lubrikasi tambahan yang aman untuk area intim.

Tak hanya itu, pilihan posisi bercinta juga sebaiknya diperhatikan. "Risiko luka pada vagina lebih kecil jika dengan posisi woman on top, karena perempuan lebih memegang kontrol," ungkap Huang.


source: http://www.blogbugar.com/2013/09/menghindari-dan-mengatasi-miss-v-lecet.html
Blogger Template