Search

Bayi Cewek yang Gemar Panjat Dinding


Ellie Farmer adalah bayi perempuan yang unik. Jika bayi pada usia 8 bulan umumnya berjuang untuk merangkak atau bermain balok, Ellie justru menikmati memanjat dinding meski belum bisa berjalan.

Orangtuanya, Rachael (28) dan Zak Farmer (31) membangun sebuah dinding panjat khusus untuknya saat dia baru berusia dua bulan. Enam bulan kemudian, Ellie mulai belajar memanjat apa pun dan menggunakan dinding itu untuk berlatih keseimbangan. Kemudian dengan bantuan dari orangtuanya, Ellie mulai belajar memanjat dinding tersebut, seperti yang dikutip dari liputan6.com

“Sangat sulit untuk mengalihkannya dari gym! Dia senang sekali mendekat dan memanjat tembok itu,” ucap Rachael pada situs Today. Rachael mendeskripsikan puterinya sebagai bayi yang enerjik, berjiwa petualang dan selalu tersenyum serta tertawa.

The post Bayi Cewek yang Gemar Panjat Dinding appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1LUmPLO

Pompeii – Kota Seks yang Dihancurkan Tuhan


Bayangkan tinggal di kota terkaya di zaman kuno. Sumber daya yang berlimpah dan kehidupan yang sangat megah. Setiap kemudahan dan kemewahan mengelilingi Anda, kenyamanan ada di mana-mana, dan tidak seperti di kota-kota lain selama zaman ini..

Begitulah hidup bagi mereka yang tinggal di Pompeii, Italia pada akhir 70 Masehi. Bahkan Ada pornografi kuno serta hiburan berupa rumah bordil yang menyediakan setiap jenis selera seksual, seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com.

Mereka yang bangun, dan memulai hari mereka, kemudian duduk untuk makan siang pada tanggal 24 Agustus, 79 AD tidak tahu bahwa Gunung Vesuvius akan memulai suatu tirani letusan gunung berapi yang tidak akan berhenti selama 24 jam. Letusan ini tidak menyisakan seorangpun dari mereka yang tinggal di Pompeii, dan juga tidak menyisakan mereka yang tinggal di kota-kota kecil terdekat seperti Herculaneum dan Oplontis. Aliran lava dan awan Pyroklastik yang sangat panas berlari menuruni gunung dengan kecepatan 100 mph, mengubur semua orang di jalan-jalan dan rumah mereka, bahkan sebelum mereka bisa bereaksi, apalagi melarikan diri.

Malapetaka itu terjadi dalam waktu yang sangat mendadak sehingga menimpa segala sesuatu yang ada di kota termasuk segala aktifitas sehari-hari yang tengah berlangsung. Aktifitas yang dilakukan penduduk dan segala peninggalan yang ada ketika bencana terjadi kini masih tertinggal persis sama seperti ketika bencana tersebut terjadi dua ribu tahun yang lalu, seolah-olah waktu tidak bergeser dari tempatnya.

Wajah wajah Ketakutan, putus asa dan apa pun yang mereka lakukan pada saat itu secara sempurna diawetkan dalam abu dan lava yang mengeras. Hal ini menguntungkan para arkeolog karena mereka dapat melihat hampir secara sempurna pula sejarah budaya kuno ini – jendela ke dalam kehidupan orang-orang yang hidup pada waktu itu.

Perhatikan bagaimana tubuh tubuh abu mereka menggambarkan usaha mereka yang berupaya mati-matian untuk menutup mulut mereka, melindungi anak-anak mereka yang belum lahir, atau mencoba untuk menjaga diri dari serangan puing-puing dan batuan vulkanik.

Para Dokter diketahui dari alat bedah yang mereka genggam, “dominas”, atau wanita kaya, terlihat pada perhiasan mahal dan pusaka yang mereka pakai, sedangkan budak ditemukan dengan cincin besi di sekitar pergelangan kaki mereka. Item seperti ini memberi wawasan berharga bagi arkeolog untuk menentukan milik siapakah tubuh tubuh yang pernah hidup tersebut, dan sebagai apakah mereka ketika masih hidup.

Kota Pompei adalah kawasan elit bagi orang orang Romawi yang kaya dan cukup beruntung sehingga mampu membeli kehidupan pantai yang mewah. Namun, dalam beberapa jam, kota yang indah ini terkubur di bawah massa abu vulkanik massa dan batuan.

Pompeii memiliki kanal kanal air yang tak pernah terdengar dalam periode sejarah masa itu, yang menyalurkan air ke 25 air mancur kota. Kota ini juga memiliki amfiteater, dan setidaknya empat pemandian umum, banyak perumahan perumahan pribadi yang mewah, dan berbagai bisnis yang melayani selera selera aneh dari orang orang kaya yang tinggal di sana.

Banyak Jalan-jalan di kota Pompeii mirip dengan jalan jalan di banyak kota besar yang ada saat ini. Ada jalan, jalan raya dan lalu lintas ramai dari orang orang yang datang dan pergi sepanjang waktu. Sedangkan Kehidupan malam di kota pompei tidak ada tandingannya.

Orang-orang dari Pompeii tampaknya telah menyembah dewa falus. Banyak benda di Pompeii memiliki beberapa simbolisme erotis atau karya seni yang ditujukan padanya. Berikut tanda di luar sebuah toko roti Pompeii.

Tanda toko roti di atas berbunyi “Felicitas habitat HIC”, yang berarti “Di sini kehidupan kebahagiaan” atau “Ini kehidupan keberuntungan”. Nasib baik diyakini berada di mana saja dewa phallic disembah dan digambarkan.

Di Pompei, pekerja seks di rumah-rumah pelacuran dibuat tiga kali lebih banyak dari jumlah rata-rata pekerja di kota itu. Sehingga tindakan jual beli seksual sangat murah bagi siapa saja di kota ini – berbeda dengan semua kota-kota Eropa lainnya saat itu. Prasasti di atas rumah-rumah bordil, yang cukup besar dan lapang, terlalu mencolok sehingga Anak-anak tidak terlindungi dari pornografi dan patung patung porno sang dewa phalluses.

Setidaknya 20.000 orang menghuni Pompeii. Titik tertinggi pertumbuhan ekonomi, aktivitas dan populasi diwujudkan pada saat bencana itu terjadi. Dekat tepi kota, banyak orang tinggal di vila-vila atau kelompok kecil dari rumah perahu (seperti komunitas palatial gated) mirip dengan yang di Venesia.

Mereka yang tinggal di Pompeii diperkirakan tidak mengetahui tanda tanda akan terjadinya letusan gunung dan aktivitas vulkanis lainnya. Rumah-rumah penduduk tampaknya terganggu dengan gangguan gangguan Alam ini. Inilah sebabnya mayoritas orang tidak melarikan diri atau mencari perlindungan. Mereka pikir, hari itu akan menjadi hari seperti hari-hari lainnya.

Diketahui bahwa pada tahun 62 M, sebuah gempa bumi yang cukup besar hampir meratakan seluruh kota ini dengan tanah. Namun, sebagian kota ini dibangun kembali. Bayangkan betapa besar nya kota ini sebelum terjadinya gempa bumi tersebut!

Salah satu konsern utama mereka yang tinggal di kota itu adalah melestarikan kesayangan mereka (dan terkenal!) yaitu Seni. Para ilmuwan mampu memulihkan banyak potongan-potongan yang telah dikembalikan setelah gempa atau berasal dari periode waktu sebelum letusan mematikan.

Rekonstruksi kota ini setelah gempa besar terhambat oleh gempa bumi gempa bumi kecil yang datang lebih banyak dan lebih sering. Saat ini, kita akan memahami ini sebagai pertanda untuk letusan gunung berapi yang mengerikan. Mereka tidak menyadari hal ini pada waktu itu.

Ironisnya, letusan terjadi setelah perayaan festival dewa api, Vulcanalia. Para ilmuwan percaya bahwa penyebab utama kematian bagi mereka di Pompeii dan daerah sekitarnya adalah panas dan sesak napas akibat abu. Diperkirakan suhu di sepanjang,setidaknya 10 kilometer di sekitar Gunung Vesuvius adalah 250 ° C. Bahkan meskipun orang berada di rumah mereka atau di sebuah bangunan, tidak akan pernah ada cara bagi mereka bisa selamat dari panas yang luar biasa tinggi. Lebih buruk lagi, orang-orang banyak yang terkubur di bawah dua belas lapisan tanah, hingga 82 kaki tebalnya, dan setelah itu diguyur hujan hujan deras untuk setidaknya enam jam.

Lava gunung Vesuvius menghapuskan keseluruhan kota tersebut dari peta bumi dalam waktu relatif singkat. Yang paling menarik dari peristiwa ini adalah tak seorang pun mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius. Hampir bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut tidak mengetahui terjadinya bencana yang sangat singkat tersebut. Jasad dari satu keluarga yang sedang asyik menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut. Banyak sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang melakukan persetubuhan. Yang paling mengagetkan adalah terdapat sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula pasangan-pasangan pria dan wanita yang masih ABG. Hasil penggalian fosil juga menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan raut muka yang masih utuh. Secara umum, raut-raut muka mereka menunjukkan ekspresi keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba dalam sekejab.

Penggalian Pompeii sekitar pergantian abad ke-20 menemukan banyak gambar erotis dan gambar penis dengan ukuran oversize dimana mana, bahkan pada item rumah tangga. Penemuan ini sangat mengganggu bagi mereka yang menemukan barang-barang ini dan temuan ini ada yang dihancurkan, dikubur kembali atau terkunci di Museum Nasional Naples, Italia selama lebih dari 100 tahun. “Seni” barang barang ini dipertontonkan kepada publik setelah tahun 2000, dan tidak ada anak di bawah umur diizinkan untuk melihat item ini.

Jelaslah bahwa Pompeii adalah Sodom dan Gomora jilid dua, dan Pemusnahan Pompeii dari muka bumi oleh bencana yang demikian dahsyat ini tentunya bukan tanpa maksud. Kalau kota Sodom benar benar dihancurkan oleh Tuhan, kota pompei “diawetkan” oleh Tuhan agar kita bisa melihat, bagaimana kesudahan orang orang yang meyimpang dalam perilaku seks nya.

Kendatipun semua peringatan ini, tidak banyak yang berubah di wilayah di mana Pompeii dulunya pernah ada. Distrik-distrik Naples tempat segala kemaksiatan tersebar luas tidaklah jauh berbeda dengan distrik-distrik bejat di Pompeii. Pulau Capri adalah tempat di mana para kaum homoseksual dan nudis (orang-orang yang hidup telanjang tanpa busana) tinggal. Pulau Capri diiklankan sebagai “surga kaum homoseks” di industri wisata. Tidak hanya di pulau Capri dan di Italia, bahkan hampir di seantero dunia, kerusakan moral tengah terjadi dan sayangnya mereka tetap saja tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman pahit yang dialami kaum-kaum terdahulu.

 

Baca juga mengenai apa yang terjadi dengan Sodom dan Gomorrah disini

 

The post Pompeii – Kota Seks yang Dihancurkan Tuhan appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1C8xKli

Puncak Ketakwaan Jomblo pada Tuhannya


Sebagai orang yang beriman, tentunya permasalahan hidup (jomblo) bukan semata mata karena faktor internal dari diri kita. Namun juga tersirat Kuasa Tuhan. Mungkin Tuhan memiliki rencana yang indah di balik setiap perkara, yang mungkin bagi kita kita anggap sebuah masalah. Tidak usah berburuk sangka kepada Tuhan ya, guys! Karena itu semua adalah sebuah kekeliruan besar.

Gak usah ngeluh aku ini jelek, lah! Aku ini gendut. Aku ini kurang cerdas, lah! Ujung-ujungnya, kita menyalahkan apa yang menjadi pemberian Tuhan kepada kita. Tuhan sudah memproporsikan kita sebagaimana mestinya. Baik atau buruk, gemuk atau tidak, pintar atau kurang pintar ialah hanya masalah pembanding saja.

Saya yakin dengan kalian menyadari itu semua dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, kalian akan diberikan pencerahan untuk bagaimana harus bersikap dan menghilangkan segala kegelisahan. Karena Tuhan adalah sebenar-benarnya tempat untuk curhat dan mengadu segala permasalahan.

Dan kata @NUgarislucu di salah satu tweetnya, Puncak ketakwaan seorang jomblo ialah saat ia berdoa pada Tuhannya:

“Tuhan, aku pasrah pada pilihanMU. Sing penting payu (yang penting laku)”

:)

The post Puncak Ketakwaan Jomblo pada Tuhannya appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1FQjPeb

5 Buah yang Banyak Diburu Saat Ramadhan

5 Buah yang Banyak Diburu Saat Ramadhan
Ramadhan memiliki ciri khasnya tersendiri, termasuk dari makan-makanannya. Saat bulan Ramadhan tiba, banyak makanan yang tadinya tidak terlalu populer jadi mendadak populer di bulan suci ini. Seperti beberapa buah-buahan ini yang paling sering ditemukan kalau di bulan Ramadhan. Padahal, di bulan biasa-biasa saja mereka tidak banyak diburu orang, tapi ketika mulai memasuki bulan suci Ramadhan, mereka jadi buruan banyak orang.

Berikut adalah 5 Buah yang Banyak Diburu Saat Ramadhan, seperti dikutip dari paling-unik.com.

 

5. Kolang-Kaling

Cemilan kenyal yang satu ini sangat banyak dicari di bulan puasa. Pasalnya, buah yang berasal dari biji pohon aren ini suka dijadikan bahan utama kolak atau minuman yang berbahan dasar santan dan gula aren. Kolak itu sendiri termasuk minuman yang banyak dijajankan ketika bulan puasa. Anda bisa melihatnya sendiri di pinggiran jalan banyak penjual kolak ketika bulan puasa.

 

4. Timun Suri

Saat bulan biasa saja, Anda dapat menemukan timun suri dengan mudah. Tapi ketika di bulan Ramadhan, tingkat penjualan timun suri meningkat tajam. Banyak masyarakat memburu buah ini karena dagingnya yang suka dicampurkan dengan sirup atau es buah untuk berbuka puasa.

 

3. Kelapa

Minuman segar sangat diburu masyarakat untuk berbuka puasa, salah satunya air kelapa. Jadi, jangan heran kalau penjualan kelapa di bulan puasa meningkat, karena masyarakat banyak yang membutuhkan buah kelapa untuk dijadikan minuman segar beserta daging kelapanya yang enak juga.

 

2. Kurma

Sudah tak diragukan lagi buah yang satu ini pasti bakalan meledak di pasaran. Beberapa hari sebelum puasa, buah kurma sudah tampak memenuhi pasar. Bahkan beberapa pedagang memanfaatkan momen ini dengan menyajikan buah kurma dengan merek tertentu agar harganya lebih mahal. Ya, buah kurma seolah menjadi ikon bulan Ramadhan. Bukan Ramadhan namanya kalau tidak ada kurma di rumah.

 

1. Blewah

Selain timun suri, buah blewah juga sering dijadikan campuran untuk minuman segar berbuka puasa. Buah blewah juga dipercaya bisa menyembuhkan sariawan yang kerap dialami beberapa orang yang menjalankan ibadah puasa.

Nah, itulah 5 Buah Yang Banyak Diburu Saat Ramadhan. Bagaimana, apakah Anda suka dengan lima buah di atas untuk sajian berbuka puasa? Jangan lupa lho, lima buah di atas memiliki banyak manfaat bagi kesehatan yang tentunya sangat baik bagi yang sedang menjalankan ibadah puasa.

 

The post 5 Buah yang Banyak Diburu Saat Ramadhan appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1U6ZMmP

Takut Toilet, Gadis Ini Meninggal Setelah 8 Pekan Tak BAB


Seorang gadis dengan autisme berusia 16 tahun dilaporkan meninggal akibat serangan jantung. Kondisi ini diduga muncul disebabkan oleh konstipasi yang dialaminya selama 8 pekan.

Penyebab utama mengapa peristiwa ini bisa terjadi adalah karena Emily Titterington fobia terhadap toilet. Kondisi ini membuatnya kerap menahan buang air besar.

Terburuknya, ia bahkan melakukannya selama hampir dua bulan terakhir. Akibatnya, usus Emily membesar dan menekan rongga dada serta organ-organ tubuh lainnya.

Seperti yang dikutip dari detik.com, Tim medis mengungkapkan bahwa kondisi Emily sebenarnya bisa diatasi dengan menjalani perawatan yang tepat, namun ia menolak untuk melakukan pemeriksaan atau tindakan medis apapun. Sang ibu, Geraldine (59) juga berupaya keras membawa Emily ke dokter, namun gadis itu bersikeras tak mau melakukannya.

Pada malam sebelum kematiannya, Geraldine merasa ada yang tak beres dengan putrinya. Menelepon ambulans, salah satu petugas medis yang datang, Lee Taylor, memeriksa Emily yang saat itu tampak lemas dan pucat. Mengeluhkan ada rasa nyeri pada bagian dadanya, gadis ini tetap menolak untuk dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, Taylor tak menyadari ada kondisi pembengkakan di bagian perut Emily.

“Saya pergi lagi ke rumah sakit tapi beberapa jam kemudian saya kembali dihubungi ayah Emily. Ia mengatakan ada kondisi darurat pada putrinya. Setelah saya ke sana lagi, perut Emily terlihat membesar,” tutur Taylor, seperti dikutip dari Daily Mail.

Setelah dibawa ke Royal Cornwall Hospital, Truro, nyawa Emily sudah tak terselamatkan. Geraldine mengakui bahwa putrinya sudah sekitar 8 pekan tak buang air besar. Yang mengherankan, baginya ini adalah hal ‘rutin’ yang memang sudah beberapa kali terjadi pada Emily. Gadis ini sempat mengaku takut untuk buang air besar ataupun menggunakan toilet. Oleh sebab itu, ia lebih sering menahannya.

Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk menyimpulkan kasus ini. Baik tim medis maupun anggota keluarga Emily masih terus dimintai keterangan.

The post Takut Toilet, Gadis Ini Meninggal Setelah 8 Pekan Tak BAB appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1JwaH6g

5 Masjid yang Tetap Berdiri Meski Diterjang Bencana

5 Masjid yang Tetap Berdiri Meski Diterjang Bencana
Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini merupakan kehendak Tuhan, termasuk bencana alam seperti tsunami, gempa atau bencana yang disebabkan manusia seperti perang. Dari bencana tersebut banyak nyawa manusia dan harta benda yang jadi korban. Namun, di tengah-tengan bencana, Tuhan selalu menunjukkan kekuasaannya kepada kita. Seperti masjid-masjid ini yang tetap berdiri kokoh meski diterjang bencana dahsyat.

Berikut adalah 5 Masjid Tetap Berdiri Meski Diterjang Bencana, seperti dikutip dari paling-unik.com.

 

5. Masjid Jami di Nepal

Pada 25 April 2015 lalu, Nepal diguncang gempa berkekuatan 7,8 SR, menurut beberapa laporan, tidak ada satupun masjid yang rusak ketika gempa itu terjadi. Salah satunya masjid Jami yang terletak di Bag Bazaar, Ibu Kota Kathmandu, Nepal, yang tetap tetap berdiri kokoh. Tak ada dinding terkelupas atau bahkan retak.

Selain Masjid Jami, ada Masjid Khasmiri Taqiya yang berjarak 600 meter dari Masjid Jami dekat Universitas Tri Chandra. Masjid itu pun tak mengalami kerusakan. Padahal tempat ibadah umat muslim itu sudah dibangun sejak 1524 Masehi.

 

4. Masjid Baiturrahman di Banda Aceh

Sepuluh tahun silam, tepatnya pada 24 Desember 2004, Aceh diguncang gempa maha dahsyat yang memicu gelombang tsunami setinggi 30 meter. Bencana itu merupakan salah satu bencana terdahsyat di abad ke-20 yang menelan 200.000 korban jiwa.

Semua bangunan yang terkena dampak bencana alam ini rata dengan tanah, kecuali Masjid Baiturrahman yang selamat dari amukan gempa yang disertai gelombang tsunami itu. Masjid yang jadi saksi bisu bencana alam sepuluh tahun silam ini menjadi tempat perlindungan beberapa orang ketika gelombang air laut mulai meluluhlantakkan segala sesuatu yang dilewatinya.

 

3. Masjid Kobe di Jepang

Masjid Kobe di Jepang jadi saksi bisu dahsyatnya Perang Dunia Kedua. Masjid ini merupakan masjid pertama di Jepang yang diresmikan pada tahun 1935. Pada akhir Perang Dunia II, Amerika Serikat menjatuhkah bom atom di Nagasaki dan Hiroshima menyebabkan kedua kota itu rata dengan tanah. Kota Kobe juga terkena imbasnya dari dahsyatnya ledakan bom atom AS itu.

Sementara kota Kobe rata dengan tanah, ajaibnya masjid Kobe tetap berdiri kokoh. Akan tetapi, kekokohan masjid tersebut diuji kembali ketika gempa dahsyat mengguncang wilayah Kobe dan sekitarnya pada tahun 1995. Namun lagi-lagi, masjid Kobe tetap berdiri kokoh. Gempa yang terjadi pada 17 Januari 1995 itu telah menelan 140 ribu korban jiwa.

 

2. Masjid At Tauhid di Haiti

Pada tahun 2010, Haiti diguncang gempa besar yang menimbulkan 220.000 sampai 316.000 korban jiwa. Namun, umat muslim Haiti mengaku tidak ada satupun masjid di sekitar lokasi gempa terkena dampak bencana alam hebat ini.

Salah satu masjid itu adalah masjid At Tauhid yang berlokasi di Ibu Kota Port-au-Prince. Masjid ini tetap berdiri kokoh dan menjadi tempat para korban gempa, baik muslim maupun non-muslim untuk mengungsi. Padahal, istana kepresidenan dan gedung-gedung pemerintah hancur ketika gempa dahsyat itu terjadi.

 

1. Masjid Golcuk di Turki

Pada tahun 1999 gempa bumi dahsyat mengguncang Turki menimbulkan korban jiwa hingga mencapai 45.000 dan 43.953 korban luka. Namun, sebuah masjid bernama Golcuk tetap berdiri kokoh, sementara bangunan di sekitarnya rata dengan tanah ketika gempa itu terjadi. Warga percaya itu merupakan mukjizat Allah.

 

The post 5 Masjid yang Tetap Berdiri Meski Diterjang Bencana appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1Nwe8I3
Blogger Template