Search

June 5, 2015: Efriday Summer at @BabyfaceClub Semarang


June 5, 2015, Efriday Summer at Babyface Club Semarang.

 

 

The post June 5, 2015: Efriday Summer at @BabyfaceClub Semarang appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1SXr3Yd

10 Rambu Lalu Lintas Paling Aneh di Dunia


Sebuah rambu-rambu lalu lintas dibuat demi ketertiban bersama baik untuk pejalan kaki hingga pengendara motor. Namun apa jadinya jika rambu lalu lintas malah membuat bingung banyak orang. Yang pasti hal ini nyata dan benar-benar ada. Dan tak jarang dengan adanya rambu-rambu lalu lintas ini banyak orang menjadi semakin bingung dan bisa mengundang tawa.Tidak hanya di Indonesia tapi di berbagai dunia juga ada rambu-rambu aneh dan juga konyol. Berikut adalah 10 Rambu Lalu Lintas Paling Aneh di Dunia, seperti yang dikutip dari paling-unik.com :

 

1. Dilarang Berhenti

Peraturan lalu lintas dilarang berhenti dengan lambang S coret memang sudah umum. Tapi apa jadinya jika salah letak Seperti pada foto di atas yang memperlihatkan dimana lampu lalu lintas juga terpasang tanda larangan ini. Lalu peraturan mana yang harus ditaati? Jika ini Anda alami tentunya bisa membuat bingung dan bisa berbahaya dimanfaatkan oknum polisi untuk memberi tilang Anda.

 

2. Alay

Sebuah rambu-rambu mengingatkan bahwa sebuah kawasan banyak pejalan kaki tentunya seperti foto di atas. Namun yang membuat aneh adalah tulisan dan bahasa yang dipergunakan adalah bahasa alay ini Hachi-Hachi Pejhalan Khakhi. Pernahkah Anda menjumpai rambu-rambu seperti ini?

 

3. Rumus Matematika

Bagi Anda yang merasa jago dalam pelajaran matematika maka rambu-rambu lalu lintas ini sangat cocok. Dengan bermaksud memberi peringatan kecepatan maksimal malah membuat bingung pengendara yang harus berhenti untuk berhitung dahulu.

 

4. Hidup Mati

Hidup tentu ditentukan dari sebuah pilihan. Dan saat berkendara juga berbagai pilihan ada dalam genggaman tangan sang pengemudi. Pilihan hidup mati yang paling utama dalam berkendara. Jika berhati-hati maka selamat tapi begitu pula sebaliknya.

Seperti rambu-rambu lalu lintas ini dan sangat cocok bagi para pengendara mabuk. Saat berkendara dalam kondisi mabuk, rambu-rambu ini mengingatkan arah jalan ke kanan langsung menuju kantor polisi. Sedang untuk arah jalan ke kiri menuju rumah sakit, tapi kalau mau mati bisa langsung belok kanan yang merupakan jurang.

 

5. Ruwet

Saat Anda menjumpai model rambu-rambu seperti ini apa yang langsung muncul dalam benak pikiran. Yang pasti Anda akan pusing dan bingung karena penunjuk lajur jalan yang ruwet seperti benang. Bukannya malah memperjelas lajur jalan tapi malah menjadi sebuah teka-teki.

 

6. Misteri

Semakin lama rambu-rambu yang dijumpai semakin aneh. Jika sebelumnya penunjuk lajur jalan ruwet sekarang papan penunjuk arah yang misterius. Bahkan dalam papan terdapat tulisan yang tentunya bisa membuat penasaran para pengendara. Intinya kalau ingin tahu ya silahkan menuju ke arah tersebut.

 

7. Buntu

Peringatan jalan buntu mungkin bisa menggunakan satu papan simbol STOP atau dengan peringatan kata-kata. Namun kali ini ada yang lebih aneh lagi, jalan buntu ke segala arah. Lalu harus lewat mana ya?

 

8. Tidak Pada Tempatnya

Pernah melihat dua tanda rambu lalu lintas seperti ini di jalan, Rambu sebelah kiri seakan menggambarkan akan memasuki kawasan prostitusi atau juga bisa berarti lain. Namun yang sebelah kanan lebih aneh lagi, seakan sebuah kapal dilarang lewat. Mungkin rambu larangan ini bisa ditempatkan pada lokasi dan tempat yang sewajarnya.

 

9. SPBU

papan peringatan akan keberadaan sebuah SPBU tentu sangat penting bagi para pengendara kendaraan. Sebab diharapkan dengan adanya papan tanda SPBU, rasa khawatir akan bahan bakar menipis bisa menjadi sangat lega. Tapi apa jadinya saat Anda melihat papan tanda SPBU tidak lagi dekat melainkan sangat jauh seperti ini, sedangkan bahan bakar kendaraan menipis.

 

10. Dilarang Pegang

Aturan dan rambu-rambu di jalan mengenai larangan memang ada berbagai macam. Baik untuk pengendara kendaraan dan juga para pejalan kaki. Namun ada sebuah rambu-rambu yang cukup menggelikan saat dilihat yaitu dilarang pegang payudara. Apa pendapat kalian?

The post 10 Rambu Lalu Lintas Paling Aneh di Dunia appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1FV6PHC

Terselubung Mantap Sepanggung dengan Monic


Bekerja bersama dengan orang terdekat, mungkin menjadi tantangan. Butuh konsentrasi dan fokus, untuk mencapai penampilan yang maksimal. Hal tersebut sudah sangat akrab dirasakan Terselubung dan Monic. Walau Terselubung yang terjun lebih dahulu menekuni profesi yang kini menjadi hits ini, namun ia tidak canggung untuk berbagi ilmu dengan Monic. “Sudah lebih dari tiga kali bermain diatas Turn Table DJ secara bergantian dengan Monic, justru membuat saya tampil tiga kali lipat lebih maksimal”, ungkap pemilik akun twitter @terselubung tersebut.

square-5

Acara yang dikemas seperti pesta pantai ini, juga akan menampilkan DVJ Forte Glissant, Bernad, Rahma, MC Greedy Smooker, Babyface Sexy Dancer, dan TNT Band. “Silakan datang dan nikmati pesta musim panas di Club hari Jumat 5 Juni 2015, tambah Obin Robin selaku Marketing Promotion Babyface Club & Karaoke. “Acara yang diberi judul Efriday Summer besok Jumat 5 Juni ini akan semakin lengkap, karena bagi pemegang kartu Princess Member, mendapatkan diskon 20% setiap pembelian minuman”, tambahnya.

 

The post Terselubung Mantap Sepanggung dengan Monic appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1H03nxF

Fenomena Cacing Lemas Keluar dari Tanah Hebohkan Yogya


Warga Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diresahkan kabar yang tersebar lewat media sosial: cacing-cacing keluar dari dalam tanah dalam kondisi lemas. Sejumlah orang mengaitkannya dengan peristiwa gempa 5,9 skala Richter yang pernah mengguncang, Sabtu Wage 27 Mei 2006.

“Dari Bantul merata, wilayah Berbah, Prambanan, sampai Solo, ada fenomena aneh, banyak cacing keluar dari tanah dalam keadaan lemas,” demikian kutipan yang menyebar di media sosial.

Seperti yang dikutip dari liputan6.com, Penyebar pesan bahkan mengaku, salah satu rekannya yang merupakan anggota Basarnas menganjurkan agar masyarakat siap menghadapi kondisi darurat.

“Karena dulu saat gempa terjadi seminggu setelah fenomena cacing ini juga, analisa awal , terjadi peningkatan aktivitas tektonik di jalur subduksi kidul kuno, akibat terjadi pelepasan energi ke permukaan tanah,” demikian lanjut isi pesan itu.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Pelaksana Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengakui adanya kemunculan cacing tersebut di wilayah Karangjati, Kasihan, Bantul.

Namun dirinya melihat fenomena ini terjadi karena adanya fenomena hujan saat musim kemarau. “Memang kemarin saat liburan saya bersama istri saya jalan-jalan, melihat banyak cacing muncul, jumlahnya memang banyak. Dan kemarin kan sempat hujan, dan saat ini panas. Kemungkinan karena kepanasan mereka muncul di permukaan,”kata dia.

Daryanto mengakui ada beberapa laporan dari warga terkait fenomena ini. Ia berharap masyarakat tidak mempercayai fenomena itu berkaitan dengan gempa. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena DIY merupakan daerah yang rawan gempa bumi.

“Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan jika kemunculan cacing tersebut akan muncul gempa. Jadi masyarakat jangan sampai resah dengan fenomena tersebut, namun tetap waspada karena kita memang hidup di wilayah rawan bencana,” katanya.

Sementara itu Kabag Pemerintahan Kelurahan Bangunjiwo Kasihan Bantul Sutadi mengatakan pihaknya belum mendengar adanya fenomena itu di wilayahnya. “Belum melihat itu di daerah saya yang juga di Karangjati,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Widayati warga Karangjati yang juga kader PKK di Karangjati Bangunjiwo. “Belum dengar info itu. Biasanya ada sesuatu yang heboh pasti dengar,” ujarnya.

 

Penjelasan BNPB
Dari Jakarta, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho angkat bicara mengenai fenomena tersebut.

“Menurut saya, cacing dan semut merespons perubahan musim hujan ke musim kemarau,” kata dia. Bagaimana dengan kemungkinan kaitan dengan gempa di wilayah DIY, dan khususnya Bantul?

Sutopo menjelaskan, sejarah mencatat gempa terjadi di wilayah tersebut pada 1943. “Dan ini tahun 2015, apakah mungkin dalam waktu 9 tahun dapat mengumpulkan energi untuk terjadinya gempa seperti 2006 dan 1943? kok rasanya sulit,” kata dia.

Sementara, dia menambahkan, Merapi dalam kondisi normal, tak ada tanda-tanda peningkatan aktivitas. “Semoga hewan-hewan hanya menyesuaikan diri dari transisi musim hujan ke musim kemarau saja,” tambah dia.

 

Baca juga tentang cacing terbesar di dunia disini

 

The post Fenomena Cacing Lemas Keluar dari Tanah Hebohkan Yogya appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1GjVR1Q

Berapa Kali Kertas Harus Dilipat Agar Mencapai Bulan?


Hampir semua orang mengira dirinya pintar mengira-ngira. Hanya dengan melihat permen mengisi penuh stoples, kita berharap perkiraan kita tentang banyaknya permen yang sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan perkiraan kita. Tapi dapatkah anda memperkirakan hanya dengan membayangkan, berapa kali kita harus melipat kertas agar tebal kertas tersebut mencapai bulan?

Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, dapat kita lihat dibawah ini, jika kita melipat kertas ini dalam setengah, maka tebal kertas akan menjadi dua kali lebih tebal dari sebelumnya:

Lalu berapa kali kita harus melipat kertas ini hingga ketebalannya mencapai Bulan?

Nah, mari kita lihat bagaimana kita akan mencari tahu. Ketebalan kertas memang cukup tipis. Disini katakanlah tebal kertas adalah 0,01 cm. Dan berapa jarak bulan dari bumi?

Jarak rata-rata bulan dari Bumi sekitar 384.000 kilometer. Jadi, mungkin anda akan berharap bahwa Anda akan membutuhkan banyak sekali lipatan untuk sampai ke bulan, kan? Tapi, tunggu sebentar…

Ketika kita mulai dengan kertas tak terlipat (nol lipatan), maka tebal kertas itu adalah tebal satu kertas atau satu halaman. Ketika kita melipatnya sekali, maka tebalnya menjadi setebal 2 kertas. Tapi ketika kita melipatnya dua kali, tebal kertas itu tidak menjadi tiga, tapi 4 tebal kertas atau 4 halaman.

Jika kita lipat ketiga kalinya, kita akan lihat bahwa kertas itu tebalnya menjadi 8 kertas atau 8 halaman. Anda dapat melihat pola di sini? Ya, Melipat kertas menjadi separo adalah eksponensial dalam hal ini polanya adalah 2n, sehingga jika kita lipat keempat kalinya, maka kertas itu akan menjadi 16 halaman tebalnya, kelima kalinya akan membuatnya setebal 32 halaman, dan seterusnya.

Pada saat kita sampai ke 9 lipatan, tebal kertas akan lebih besar dari tebal satu rim kertas (500 lembar).

Pada saat 20 lipatan, kertas akan lebih tinggi dari 10 kilometer, yang melampaui Puncak Everest. Jika kita teruskan, kita akan berada di luar angkasa setelah 24 lipatan.

Lipatan ke 41 akan membawa kita sedikit lebih dari setengah jalan ke Bulan, sehingga berarti bahwa lipatan ke 42 adalah semua yang diperlukan!

Cukup luar biasa, bukan? Itulah kekuatan sebuah eksponensial, yang memungkinkan Anda mengubah hal kecil menjadi hal besar dengan hanya meramu apa yang kita miliki lagi dan lagi. Dan hebatnya, hanya membutuhkan 42 kali lipatan kertas untuk mendapatkan jarak Bumi ke Bulan, dan hanya sekitar 94 lipatan kertas untuk membuat sesuatu seukuran seluruh alam semesta yang teramati! Dan mungkin anda terkejut melihat bahwa jawaban dari pertanyaan diatas adalah angka yang sangat kecil….

Namun perlu diingat, pada prakteknya anda mungkin hanya dapat melakukan hingga lipatan ke 6 atau ke 7. Lipatan selanjutnya akan terlalu sangat kuat untuk tenaga manusia. Mythbuster pernah mendemonstrasikannya dengan mengunakan kertas yang cukup besar, sebesar lapangan bola dan melipatnya dengan bantuan forklift. Itupun mereka hanya mampu hingga 12 lipatan.

Rekor dunia melipat kertas, diraih oleh kelompok mahasiswa, yang menggunakan kertas toilet sepanjang 13.000 kaki dan berhasil mencapai 13 lipatan!

Cukup luar biasa, bukan? “Hanya” tinggal 29 lagi untuk membuatnya ke Bulan, tetapi agar hal itu dapat dilakukan maka kita akan membutuhkan gulungan kertas miliaran kali lebih panjang, jauh lebih panjang dari jarak Bumi-Bulan.

Dan jika ukuran kertas adalah 0.203 x 0.254 meters (8 x 10 inches) saat nol lipatan, maka luas kertas ketika dilipat sebanyak 42 kali (seandainya kita bisa melipatnya) akan menjadi 1.17×10-14 meter persegi yang kurang lebih sama dengan sebuah persegi yang sisinya 10-7 meter, sedangkan diameter sebuah atom sekitar 0.1 hingga 0.7 nm, sehingga permukaan kertas yang mencapai bulan hanya akan berisi beberapa ratus atom, atau sangat sangat sangat kecil….

 

Lalu bagaimana jika kita membuat terowongan melalui pusat bulan tembus ke sisi satunya dan kemudian kita terjun ke dalamnya? Hal itu dapat anda baca disini

 

The post Berapa Kali Kertas Harus Dilipat Agar Mencapai Bulan? appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1EUGohs

Fakta-Fakta Unik Candi Borobudur


Candi yang dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada 824 Masehi ini memang menjadi tempat perayaan Waisak setiap tahunnya. Namun tak cuma saat Waisak Borobudur menjadi pusat perhatian. Apalagi masih banyak fakta tersembunyi di balik kesohoran candi terbesar di dunia itu. Berikut sederet fakta mengagumkan tentang Candi Borobudur seperti yang dikutip dari liputan6.com

 

Misteri Nama Borobudur
Gubernur Jenderal Britania Raya, Thomas Stamford Raffles yang berjasa mengarahkan perhatian dunia pada susunan batu bergambar yang tersebar di daerah Kedu — lokasi Borobudur menurut legenda Jawa. Hingga batu-batu yang sebagian besar telah terkubur di bawah gundukan tanah dan ditumbuhi semak belukar itu kemudian digali pada 1814.

Dia lantas menuliskan laporan temuannya itu lewat buku The History of Java pada 1817. Dan lewat buku itu pula nama Borobudur pertama kali dituliskan.

Tak banyak yang diketahui tentang asal-usul nama tersebut. Hingga kini pun masih misterius. Namun situs Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat, pada zaman dahulu di sekitar Candi Borobudur tumbuh subur pohon budur. Budur diartikan sebagai pohon bodhi atau pohon kehidupan.

Di samping itu, Raffles juga disebut memiliki 3 versi arti dari nama Borobudur. Yakni, budur yang kuno (Boro= kuno, budur= nama tempat), lalu Sang Buddha yang agung (Boro= agung, budur= Buddha), dan Buddha yang banyak (Boro= banyak, budur= Buddha)

Sementara ahli Jawa Kuno, Poerbatjaraka disebutkan memiliki pendapat lain tentang arti nama Borobudur. Menurut dia, Borobudur berasal dari kata biara (tempat suci atau kuil) dan bidur yang berarti tempat tinggi.

Kedua kata itu bermakna kuil di tempat yang tinggi. Atau biara di Budur (Budur=nama tempat/desa).

 

Disebut dalam Kitab Nagarakertagama
Nama Borobudur juga disebut dalam kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca 1365 Masehi. Dalam kitab itu diceritakan tentang adanya bangunan suci agama Buddha dari aliran Wajradhara yang disebut sebagai budur.

Laman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud menyebutkan, sampai saat ini kata budur hanya dipakai oleh masyarakat pedesaan yang bertempat tinggal di wilayah Borobudur.

Karena itu kata budur yang disebut dalam kitab Negarakertagama diperkirakan adalah Candi Borobudur.

Nagarakertagama bercerita tentang kehidupan pada zaman Kerajaan Majapahit. Kitab yang ditulis di atas pelepah lontar itu sendiri kini telah diakui oleh Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB atau UNESCO sebagai warisan dokumenter ingatan dunia (Memory of the World).

 

Mengapa Ditinggalkan?
Hingga saat ini belum ada yang bisa menjawab alasan mengapa Borobudur ditinggalkan hingga akhirnya terkubur dalam tanah sebelum ditemukan kembali oleh Raffles. Sebagian menduga, candi tersebut ditinggalkan karena bencana letusan Gunung Merapi.

Borobudur memang terletak di lokasi istimewa. Diapit 2 pasang gunung, Gunung Merapi dan Merbabu di sebelah Timur serta Gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah Utara. Juga Pegunungan Menoreh di sebelah selatan. Selain itu Borobudur juga terletak di antara 2 sungai, Progo dan Elo.

Pun begitu dengan asal batu-batu besar penyusun Borobudur yang masih misterius. Tak diketahui pasti dari mana batu tersebut didapatkan.

 

Danau Purba
Seniman dan pakar arsitektur Hindu Buddha, W.O.J. Nieuwenkamp mengajukan teori kontroversial pada 1931. Dia menyebut, daratan Kedu dulunya adalah sebuah danau purba.

Menurut dia, Borobudur merupakan perlambang bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. Saat itu, hipotesa ini menjadi perdebatan hangat di kalangan para ilmuwan.

Sementara Van Bemmelen dalam bukunya The Geology of Indonesia menyebutkan, batu-batuan hasil letusan besar pada 1006 telah menutupi danau di Borobudur hingga menjadi kering. Material vulkanik itu pula yang diduga menutupi candi tersebut hingga dilupakan sebelum ditemukan kembali. Namun masih diperlukan penelitian-penelitian lebih mendalam untuk menguak misteri di balik Candi Borobudur tersebut.

Mengenai Apakah borobudur bisa disebut piramid atau tidak, bisa dibaca disini

The post Fakta-Fakta Unik Candi Borobudur appeared first on terselubung.in.



diambil dari: http://ift.tt/1EUGohr
Blogger Template